Arsip untuk ‘Tak Berkategori’ Kategori

Simposium penelitian bahan obat alami XIV

Maret 22, 2009

BPPT bersama PERHIPBA bermaksud menyelenggarakan Simposium penelitian Bahan Obat Alami XIV tentang Pendayagunaan Produk Bahan Alami dalam mengatasi kanker pada:
Hari/tanggal: Selasa – Rabu, 11 – 12 Agustus 2009
Tempat : Ruang Komisi Utama BPPT gedung BPPT II, Lantai 3. Jl. MH. Thamrin No 8 Jakarta, 10340
Simposium ini bertujuan:
1. untuk mengeksplorasi konsep-konsep ilmiah penanganan kanker melalui pemanfaatan produk alami
2. untuk mendapatkan informasi keberhasilan penggunaan bahan alami dalam penanganan kanker
3. Untuk mendapatkan informasi potensi pasar produk alami khususnya untuk penyakit kanker
4. memberikan masukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan pendayagunaan produk alami dalam sistem pelayanan kesehatan ditinjau dari aspek riset, penerapan, kelenbagaan dan kebjiakan.
biaya:
umum/swasta 600 rb
pegawai negeri 500 rb
mahasoiswa 300 rb
makalah kdua dan seterusnya 70 rb.
informasi hubungi
email: panitia_seminar_tim@yahoo.com

FORMULASI TEPUNG UBI JALAR, TAPIOKA, DAN TERIGU DALAM PEMBUATAN KERUPUK SIMULASI UBI JALAR

Februari 13, 2009

Moh. Sabariman1), Rahmawati2), dan Roni Raniawan3)

1) Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Sahid Jakarta
2) Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Sahid Jakarta
3) Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Sahid Jakarta

ABSTRAK

Kerupuk simulasi ubi jalar merupakan produk pangan yang dibuat dari adonan formulasi ubi jalar sebagai bahan utama dicampur dengan bahan-bahan lain untuk membentuk tekstur dan sifat mutu yang dikehendaki. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh formulasi tepung ubi jalar, tapioka, dan terigu terhadap mutu krupuk simulasi yang dihasilkan. Formulasi tepung ubi jalar, tapioka, dan terigu yang diteliti adalah 50 : 50 : 0, 50 : 40 : 10, 50 : 30 : 20, 50: 20 : 30, dan 50 : 10 : 40. Mutu kerupuk dinilai melalui uji kimia (kadar air dan kadar abu), uji fisik (kekerasan), dan uji organoleptik (hedonik dan mutu hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap satu faktor (formulasi) dengan lima taraf dan tiga kali pengulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dan uji beda nyata Duncan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung ubi jalar, tapioka, dan terigu berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kekerasan, mutu hedonik dan hedonik rasa, dan tekstur tetapi tidak berngaruh nyata terhadap mutu hedonik dan hedonik aroma. Berdasarkan tingkat kekersan dan organoleptik, kerupuk simulasi ubi jalar yang dinilai terbaik adalah kerupuk yang dihasilkan dari formulasi tepung ubi jalar, tapioka, dan terigu 50 : 50 : 0 yang mempunyai ciri-ciri kekerasan 683 mg/detik, tekstur sangat renyah dan disukai, rasa khas ubi agak kuat dan agak disukai, warna putih kekuningan dan disukai, aroma khas ubi jalar agak kuat dan tingkat kesukaan netral, kadar air 4,38 %, kadar abu 1,25 %, protein, 1,41%, lemak, 0,10 %, karbohidrat 92,86 %, aw 0,48,  karoten 0,25 ppb.

Kata-kata kunci: formulasi, ubi jalar, kerupuk simulasi ubi jalar

PEMANFAATAN TEPUNG UBI JALAR SEBAGAI PENSUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN MIE BASAH

Januari 31, 2009

Tri Rahayuningsih, Endang Retno W., Fungki S.R., Endang N dan Diana P *)

ABSTRAK

Tepung ubi jalar mempunyai harga yang relative lebih murah dan produktivitasnyayang tinggi sehingga bisa dipilih sebagai pengganti tepung terigu. Tepung terigu selalu digunakan sebagai bahan baku pembuatan mie basah. Selain keunggulan tersebut, tepung ubi jalar memiliki karakteristik yang hamir serupa dengan tepung terigu seperti warna, ukuran tepung dan amilographnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tepung ubi jalar bias digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan mie basah. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan formula yang terbaik berdasar pada kombinasi antara konsentrasi tepung ubi jalar dan jenis emulsifier.

Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok yang memiliki dua factor dengan tiga kali ulangan. Faktor yang pertama prosentase dari tepung ubi jalar dengan 4 level (0 %, 15 %, 30 %, 40 %). Faktor yang kedua adalah jenis emulsifier (CMC, egg, CMC + egg). Hasil yang didapat dianalisa dengan uji organoleptik (meliputi warna, aroma, rasa dan kelenturan) dan uji kimia (kadar air, protein, dan karbohidrat). Data uji organoleptik akan dianalisa dengan uji friedman dan uji kimia akan dianalisa dengan ANOVA. Jika ada perbedaan secara signifikan akan dilanjutkan dengan uji BNT 5%.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tepung ubi jalar dan jenis emulsifier mempengaruhi warna, aroma, rasa dan kelenturan mie basah. Selain itu perlakuan ini juga mempengaruhi kadar air, protein dan karbohidrat dari mie basah. Semakin banyak tepung ubi jalar maka kadar air mie basah akan semakin banyak pula. Tepung ubi jalar bisa disubstitusikan 15% dalam pembuatan mie basah.

Kata Kunci : Mie basah, Ubi jalar, emulsifier

*) Dosen Pengajar PS Teknologi Industri Pertanian Fak Teknik UWKS

Seminar Nasional Teknologi Pascapanen Mangga

Januari 29, 2009

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian bermaksud menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Pascapanen Mangga dengan Tema “Penerapan Teknologi Pascapanen dalam Upaya Memperkuat Pasar Domestik dan Meningkatkan Ekspor Mangga” yang akan dilaksanakan pada Rabu, 25 Pebruari 2009 di Auditorium II Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 12 Cimanggu Bogor.

Bagi yang berminat dapat melihat lebih lengkap di leaflet yang dapat diunduh di : http://www.pascapanen.litbang.deptan.go.id

terima kasih.

Atas nama panitia,
Sekretaris,

Asep W Permana
BB Pascapanen Pertanian
0251-8321762; 08159558343
awperman@deptan. go.id

Bersama ini diberitahukan bahwa Seminar Nasional Teknologi Pascapanen Mangga yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 25 Pebruari 2009 diundur menjadi bulan Agustus atau Oktober 2009 dengan tema yang diperluas menjadi “Penerapan Teknologi Pascapanen Dalam Upaya Memperkuat Pasar Domestik dan Meningkatkan Ekspor Buah”.

Dengan tema yang diperluas ini, diharapkan seminar nasional nanti dapat lebih baik, bernilai dan berkualitas serta lebih bermanfaat bagi pelaku usaha agribisnis buah.  Informasi selanjutnya akan diberitahukan melalui surat maupun email serta website Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Pada kesempatan ini, disampaikan permohonan maaf atas pengunduran waktu pelaksanaan seminar nasional tersebut dan atas perhatian serta partisipasinya diucapkan terima kasih.

Atas Nama Panitia,
Sekretaris

Asep W. Permana
BB Litbang Pascapanen Pertanian
Jl. Kampus Penelitian Cimanggu No. 12 Bogor
Telp : 0251-8321762 Faks : 0251 8350920
HP : 0815 955 8343, 0251 9196 785
awperman@deptan.go.id, awperman@yahoo.com

Studi Degradasi: Efek Penambahan Kapur Sirih Terhadap Kandungan Khlorofil dalam daun singkong(Manihot Esculenta Crantz) Rebus

Desember 19, 2008

The Degradative Study : Effect Addition Calcium Sirih Against The Chlorophyll caontain on Cassava Leave (Manihot Esculenta Crantz)

Sandra Titihalawa, Ferdy S. Rondonuwu, Haryono Semangun
Magister Biologi Universitas Kristen Satya Wacana
Jl Diponegoro 52-60 salatiga 50711, Tlp (0298)321212, ext 305, Fax (0298)321433

ABSTRAK
Daun singkong merupakan sayuran yang sering direbus dan dikonsumsikan dalam bentuk lalapan. Sehingga warna dan tekstur gizi sangat menentukan selera makan dari konsumen, kebanyakan masyarakat papua memanfaatkan kapur sirih untuk mempertahankan warna hijau pada daun singkong, ternyata tidak membantu dalam mempertahankan gizi dari daun singong tersebut. Penelitian ini menunjukan bahwa kandungan klorofil pada daun singkong mengalami penurunan seiring dengan penambahan pH pada air rebusan dibandingkan dengan tanpa menggunakan kapur sirih. Berdasarkan penelitian yang kami lakukan terbukti bahwa bila air rebusan dengan pH 10 pada suhu 24°C sampai 95°C kandungan klorofil mengalami penurunan sekitar 40,47 %, pH 11 pada suhu 24 °C sampai 95 °C mengalami penurunan klorofil 46, 47% dan pH 12 pada suhu 24°C samapai 95°C mengalami penurunan 39,04 %. Sedangkan tanpa menggunakan kapur sirih kandungan klorofil mengalami penurunan sekitar 21,99 %, namun yang menarik di sini adalah warna hijau pada daun singong yang menggunakan kapur sirih cendrung lebih stabil bahkan sampai suhu 95 °C, ini membuktikan bahwa kandungan kalsium yang dimiliki kapur sirih mampu mempertahankan klorofil agar tidak terbentuk feofitin
Keywords : perebusan, suhu, daun singkong , kapur sirih, pH

International Conference on Food Science and Technology

Mei 15, 2008

heatre Room, 3rd floor of Thomas Aquinas Building
Soegijapranata Catholic University, Semarang, Indonesia
Thursday and Friday, 31 July & 1 August 2008
The challenge of universal food quality and safety regime
Term of Reference
Food supply chain has a long traditionally been an arena of various actors. We are witnessing industrialization of the food production process which involves parties from producers to consumers, from simple to highly advance technology, from small enterprises to Multinational Corporation as well as the diversity of the resource materials. Interestingly, the interplay within and between them is directed to achieve one ultimate goal, quality and safety assurance of food products. Furthermore, the development of mass product by large corporation and multinational company makes quality and safety aspects more pronounced.

Consumer’s priorities have altered the food supply chain leads to food demand chain. Nowadays consumer can determine the criteria of food quality, which include safety, nutritional, sensory, ethical requirements, etc. Consumer’s requirements must be fulfilled by the product’s performances that can be achieved by controlling each stage in the production process. The shorter product life cycle, and the efficiency and flexibility of food production have become more crucial. Innovation of products and services turn into a major importance to food production systems. However, there is a gap between actors of food supply chain. The well developed food industries aware of the need for product innovation. What about other especially in the less developed countries? Therefore, globalization of food preferences and a chance to consider universality of challenge for harmonizing the diversity of food supply chain.

This conference is intended to bring together perspectives and ideas on whether and how the highly diverse food supply chain can meet the challenge of universal food quality and safety requirements. There is a need for discussion in which various disciplinary approaches are accommodated and integrated to observe the diverse of food quality and safety along the diversity of food supply chains.

Keynote speakers (tentative list)
1. Representative of FAO Regional Office for Asia & the Pasific
Global governance of food quality and safety
2. Nico van Straalen (VU Amsterdam)
Genomics approach to food toxicology
3. Arend Bouwer (PT. Kievit Indonesia )
Food quality and safety standard: A multinational company perspective
4. Representative of BPOM (The National Agency of Drug & Food Control) Indonesia
Seeking for a balance between food industry and consumer protection: Indonesia experience in meeting food quality and safety standard
5. Charles Saerang (PT. Nyonya Meneer)
Indonesian traditional nutraceuticals: Perspective from the “Jamu” producer
6. Rhee Chul ( Korea University )
Diversity of food processing technologies toward high quality and safety products: Achievements and challenges
7. Muhamad Bin Zakaria ( University of Malaya )
Food for medicine: Exploration beyond quality and safety

Participants
Scientists
Academicians
Research & Development
Quality assurance
Government
Policy makers and analysts
Undergraduate & Graduate students

Call for paper
Papers on themes related to Food Safety and Quality and other aspects of Food Science and Technology are invited. Suggested themes are as follows:
§ Food Supply Chain Diversity

* Food Safety and Quality
* Food Processing and Engineering
* Nutrition and Functional Food
* Food Microbiology and Biotechnology
* Food Marketing and Quality Management

Submit abstract (max. 300 words), including: Title, Author(s), Institution and E-mail
Text of full paper and abstract: Times New Roman; 12 font size
Please send to: pmtp@unika.ac.id and/or pmtp_unika@yahoo.com

Semarang at a glance
Semarang , the provincial capital of Central Java , is a city with a population of nearly 1.4 million, the fifth most populous city in Indonesia , yet still retains the atmosphere of a small town. It is now mainly known for its relative calm as well as its culinary diversity. Daily flights conveniently connect Semarang with Jakarta and other major Indonesian cities as well as with Singapore . There will be an opportunity for excursion to several interesting spots such as Semarang Old Town and China Town , also visiting traditional food markets and stalls

Secretariat
Department of Food Technology – Soegijapranata Catholic University
Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Dhuwur, Semarang 50234 Indonesia
Phone: +62-24-8441555 (ext 157; 170; 310)
Fax: +62-24-8445265 or 8415429
Email: pmtp_unika@yahoo.com
pmtp@unika.ac.id

please visit our website
http://foodconference.co.nr
http://www.unika.ac.id/pasca/pmtp
for information about
International Conference on Food Science & Technology
“The Challenge of Universal Food Quality and Safety”

Berita seminar nasional FTP

Januari 31, 2008

Pada tanggal 3 Juli 2008  Fakultas Teknologi Pertanian akan mengadakan Seminar Nasional tentang pengembangan sumberdaya alam dan ketahanan pangan.

Anda ingin berpartisipasi?

Kami tunggu makalah anda

salam

berikut leaflet seminar. kami tunggu kedatangannya

seminar ketahanan pangan

bagi para pelaku bisnis yang akan ikut pameran

ataupun memasang iklan pada buku abstrak berikut biaya yang diperlukan

biaya pameran, sponsorship dan iklan di buku abstrak