Arsip untuk ‘pigmen’ Kategori

Feo-Pigmen : Senyawa Antikanker Non-Polifenol Pada Teh

Januari 21, 2009

Aji Wahyu Budiyanto1 dan Martanto Martosupono1

1) Magister Biologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

Korespondensi : martosupono@yahoo.com

Abstract

Tea is one of the most popular herbal beverage in the universe. The poliphenolic compounds of tea are believed as substances that have a role for preventing the diseases. Steaming process and enzimatic oxidation during tea production are the important factors in determining aromatic and colour of tea as the part of qualifiying control parameter. Chlorophylll is one of compound which have contribute againts tea’s colour. The pheopigments formation are result of chlorophylls degradating during handling of tea production will give tea’s advantage as the drink which is rich of anticancer compounds. The inhibition mechanism pheopigment to carcinogenesis involve antioxidant activities until inducing apoptosis.

Abstrak

Teh merupakan salah satu minuman herbal yang terkenal di seluruh penjuru dunia. Kandungan polifenol pada teh dipercaya sebagai senyawa yang berperan dalam pencegahan berbagai penyakit. Proses steaming serta oksidasi ensimatis dalam pengolahan teh merupakan faktor penting di dalam menentukan aroma dan warna sebagai parameter standar mutu teh yang berkualitas. Klorofil merupakan salah satu komponen teh yang berkontribusi terhadap warna teh. Pembentukan feopigmen akibat terdegradasinya klorofil selama penanganan produksi akan menambah manfaat teh sebagai minuman yang kaya akan senyawa antikanker. Mekanisme penghambatan feopigmen terhadap proses karsinogenesis meliputi aktivitas antioksidan hingga pemicu program kematian pada sel kanker (apoptosis).

Kata kunci : feofitin, feoforbid, antikanker, teh hijau, teh oolong, teh hitam

ASPEK BIOPIGMEN DALAM KUALITAS DAN KETAHANAN PANGAN

Oktober 9, 2008

Leenawaty Limantara 1* dan Puji Rahayu 2

1Ma Chung Research Center for Photosynthetic Pigments, Universitas Ma Chung, Malang 65151

2Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Lippo Karawaci

* leenawaty.limantara@machung.ac.id

 

ABSTRAK

Peningkatan produksi pangan adalah salah satu cara yang dapat ditempuh dalam memantapkan kualitas dan ketahanan pangan. Biopigmen menawarkan satu solusi untuk meningkatkan produksi pangan dengan memanfaatkan pigmen alami sebagai pewarna makanan karena lebih aman dibandingkan pewarna sintetik. Penggunaan pigmen alami dalam produk makanan akan meningkatkan produktivitas dan kualitas gizi makanan. Daun suji, daun katuk, daun singkong (sumber klorofil), kesumba, kelapa sawit, saffron, wortel (sumber karotenoid), kunyit, temu lawak, temu giring (sumber kurkuminoid), akar mengkudu, kulit manggis, daun muda jati, indigo (sumber antosianin) adalah beberapa contoh sumber daya lokal Indonesia penghasil pigmen alami.

 

Kata kunci: biopigmen, klorofil, karotenoid, kurkuminoid, antosianin

PENGARUH JENIS PELARUT PADA PROSES EKSTRAKSI TERHADAP KUALITAS PIGMEN BUNGA TURI

September 16, 2008

Elfi Anis Saati 1), Mujianto 1), Nur Hastuti 2)

Staf pengajar Jurusan THP Univ. Muh. Malang, 2) Alumni THP-UMM

Bunga turi (Sesbania grandiflora (L) Pers) memiliki 2 jenis warna yaitu merah dan putih. Bunga turi merah mengandung antosianin dan bunga turi putih mengandung flavonoid. Antosianin merupakan pigmen alam penyebab warna oranye, merah, biru, dan ungu, sedangkan flavonoid berwarna coklat, kuning dan tidak berwarna. Pada tanaman, antosianin dan flavonoid terdapat pada bunga, buah, dan bersifat larut dalam air (Gross, 1987).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelarut yang tepat pada proses ekstraksi bunga turi merah dan turi putih dan mengetahui jenis pigmen yang terkandung dalam bunga turi merah dan turi putih.

Penelitian ini menggunakan sampel penelitian yaitu bunga turi merah dan bunga turi putih. Masing-masing sampel penelitian diteliti dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana. Pigmen bunga turi merah terdiri dari 3 level perlakuan jenis pelarut yang berbeda yaitu: M1 = aquades : asam sitrat, M2 = aquades : sari jeruk nipis, M3 = aquades : etanol : asam sitrat dengan kombinasi perbandingan sebagai berikut: aquades : asam sitrat ( 9 : 1), aquades : sari jeruk nipis (9 : 1), aquades : etanol : asam sitrat (5 : 4 : 1) dan pigmen bunga turi putih terdiri dari 2 level perlakuan jenis pelarut yang berbeda yaitu: P1 = aquades : asam sitrat, P2 = aquades : asam asetat dengan kombinasi perbandingan sebagai berikut: aquades : asam sitrat aquades : asam sitrat ( 9 : 1), aquades : asam asetat (95 : 5). Masing-masing perlakuan pada kedua pigmen tersebut diulang sebanyak 3 kali. Setelah memperoleh hasil analisa dari pigmen tersebut, ditentukan kualitas dan kuantitas pigmen terbaik dari masing-masing bunga turi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga turi merah mengandung antosianin dengan jenis Sianidin 3-glokosida dan pelargonidin 3 (p-umarilglukosida) 5-glukosida sedangkan bunga turi putih mengandung pigmen flavonoid dengan jenis apigenin (flavon) dan kuersetin (flavonol). Jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap pH, absorbansi, intensitas warna, kadar dan rendemen yang dihasilkan oleh pigmen bunga turi merah dan bunga turi putih. Kualitas pigmen terbaik bunga turi merah diekstrak menggunakan pelarut aquades : asam sitrat : etanol dengan memiliki pH 1,67, absorbansi 30,67, intensitas warna nilai L 25,17 nilai a +10,47, nilai b – 0,37, memiliki kadar antosianin 42 mg/100ml dan rendemen 24,13 %. Kualitas pigmen terbaik bunga turi putih diekstrak menggunakan pelarut aquades : asam sitrat dengan memiliki pH 1,17, absorbansi 22,87, intensitas warna nilai L 40,93, nilai a + 1,10, nilai b + 37,10 dan rendemen 16, 10%.

Kata Kunci : pigmen antosianin, bunga, turi merah